Tugas 3
| 10.41 |
DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah
layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang
memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP
server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP
Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan
nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan
memberikan referensi kepada DHCP Server.Pada saat kedua DHCP client dihidupkan
, maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan
nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP.
DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor
IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool.
Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak
ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat
menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan
tersebut.
Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut
dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka
nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan
nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat
ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased
period.
Cara Kerja DHCP Server
DHCP menggunakan 4 tahapan proses untuk
memberikan konfigurasi nomor IP. (Jika Client memiliki NIC lebih dari satu dan
perlu no IP lebih dari satu maka proses DHCP dijalankan untuk setiap adaptor
secara sendiri-sendiri
1.
IP Least Request, Client meminta nomor IP ke server
(Broadcast mencari DHCP server).
2.
IP Least Offer, DHCP server (bisa satu atau lebih
server jika memang ada 2 atau lebih DHCP server) yang mempunyai nomor IP,
memberikan penawaran ke client tersebut.
3.
IP Lease Selection, Client memilih penawaran DHCP
Server yang pertama diterima dan kembali melakukan broadcast dengan message
menyetujui peminjaman tersebut kepada DHCP Server
4.
IP Lease Acknowledge, DHCP Server yang menang
memberikan jawaban atas pesan tersebut berupa konfirmasi nomor IP dan informasi
lain kepada Client dengan sebuah ACKnowledgment. Kemudian client melakukan
inisialisasi dengan mengikat (binding) nomor IP tersebut dan client dapat
bekerja pada jaringan tersebut. Sedangkan DHCP Server yang lain menarik
tawarannya kembali.
Kelebihan DHCP Server
·
Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain
atau PC server.
·
DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan
konfigurasi lain. DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan
konfigurasi TCP/IP yang kompleks.
·
DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP
yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain
jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).
·
DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat
IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
·
DHCP akan memberikan satu alamat IP dan
parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client.
Kekurangan DHCP Server
·
Semua pemberian IP bergantung pada server, maka dari
hal itu jika server mati maka semua komputer akan disconnect dan saling tidak
terhubung.
Apa itu DNS server?
Suatu DNS server adalah
suatu komputer yang menjalankan program DNS server, seperti DNS server services
atau Berkeley Internet Name Domain (BIND). DNS server mengandung informasi database
DNS tentang bagian dari stuktur tree dari domain DNS dan permintaan resolusi
nama yang diminta oleh client DNS.
Server DNS awalnya didesign untuk mencari host pada ARPANET dan Stanford
Research Institute (SRI) memelihara file hosts.txt. jika suatu komputer akan
ditambahkan ke jaringan, informasi dari komputer tersebut dikirim lewat email
ke SRI.
Hirarki Namespace
System penamaan yang mana server DNS berlandaskan padanya adalah struktur
tree logical dan hirarki yang disebut DNS namespace. Pada root top-level domain
di manage secara central, sementara second-level domain dan level dibawahnya di
manage oleh ownernya. Server DNS root memelihara hanya entry data dari top
level-domain sebagai referral.
Zones / domains
Domain dalam DNS server adalah bagian dari namespace yang merujuk ke semua
resources dalam suatu environment. Sementara Zone dalam DNS server dapat
dijelaskan sebagai berikut:
- Porsi dalam namespace yang mengandung domain
- Satu porsi yang berdekatan dengan namespace dimana server tersebut adalah authoritative. DNS server bisa authoritative untuk satu atau beberapa zone, dan suatu zone dapat terdiri dari satu atau lebih domain yang berdekatan.
- Direpresentasikan oleh sebuah file yang disimpan dalam sebuah DNS server. File Zone berisikan record resource untuk zone dimana server tersebut adalah authoritative. Dalam banyak implementasi DNS server, data Zone tersimpan dalam file text; akan tetapi; DNS server yang dijalankan dalam domain controller Windows 2000 ataupun Windows 2003 dapat juga menyimpan file informasi Zone dalam active directory.
- Awalnya menyimpan semua informasi tentang satu domain.
DNS resolver
Suatu DNS resolver adalah suatu layanan yang menggunakan protocol DNS untuk
mencari informasi dari DNS server. DNS resolver berkomunikasi baik dengan DNS
server remote atau program DNS server yang ada di local komputer. Dalam Windows
2003, fungsi dari DNS resolver dilakukan oleh layanan DNS client. Disamping
bertindak sebagai DNS resolver, layanan DNS Client memberikan fungsi tambahan
dari pemetaan cache DNS.
Resource record
Resource record adalah isian database DNS yang dipakai untuk menjawab
pertanyaan client. Server DNS mengandung resource record yang diperlukan untuk
menjawab pertanyaan tentang porsi dari DNS namespace.
- Alamat host (A), yang merupakan isian terbanyak dari resource record dalam suatu zone database dari DNS server yang menghubungkan antara computer (hosts) dengan alamat IP nya.
- Alias (CNAME) atau disebut juga canonical name, bisa anda gunakan untuk lebih dari satu nama untuk sebuah host tunggal.
- Mail exchanger (MX) dalam DNS server, digunakan dalam aplikasi email untuk mencari lokasi server email dalam suatu zone.
- Pointer (PTR) dalam DNS server, digunakan dalam lookup zone reverse yang merupakan pencarian nama host berdasarkan alamat IP atau FQDN (fully qualified domain name).
- Service location (SRV) digunakan untuk menspesifikasikan lokasi dari layanan specific dalam suatu domain.
Delegation
Rasanya tidak mungkin untuk mengelola namespace yang berskala besar seperti
Internet tanpa mendelegasikan administrasi domain-2. Melalui suatu proses
delegasi, suatu zone baru dibentuk jika tanggungjawab suatu sub-domain dalam
namespace DNS diserahkan ke entitas terpisah. Entitas yang terpisah ini dapat
merupakan organisasi otonomi atau suatu cabang bisnis anda.
Delegasi suatu sub-domain dalam DNS server secara physic memisahkan record
DNS kedalam file terpisah.
Jenis server DNS
Jenis server DNS merujuk pada jenis zone dimana server tersebut hosting –
atau, dalam kasus server Cache-only (sever DNS yang hanya berfungsi sebagai
cache) dia tidak hosting sama sekali.
Primary name server
- Menyimpan copy dari file zone untuk zone tersebut, pusat dari update zone.
- Perubahan atau update yang dibuat pada suatu zone dibuat pada primary server.
- Dengan Windows 2003, anda dapat men-deploy primary zone sebagai standard primary zone atau primary zone terintegrasi dengan active directory.
Secondary name server
suatu rekomendasi dalam spesifikasi design, bisa memberikan offload traffic
permintaan DNS di suatu area yang mempunyai load permintaan dan pengunaan yang
sangat besar.
- Sebagai copy backup dari file zone jika primary server down
- Disimpan terpisah secara physic
- Membuat Pointer ke primary name server dan melakukan transfer zone secara periodic.
Caching name-server
- Tidak hosting zone manapun
- Tidak authoritative untuk suatu zone manapun
- Sebagai cache lookup saja, terbatas apa yang dia cache saat dia meresolve permintaan dari clients.
- Melakukan permintaan DNS dan menyimpan hasilnya
Dalam suatu environment Berkeley Internet
Name Domain (BIND), primary name server sering dirujuk sebagai master name
server sementara secondary nae server di refernsikan sebagai slave name server
dalam suatu jaringan komputer enterprise.
DHCP Relay
DHCP (untuk Dynamic Host Configuration Protocol) agen relay adalah Protokol
Bootstrap yang relay DHCP pesan antara klien dan server untuk DHCP pada
Jaringan IP yang berbeda.
Ini bisa menjadi host atau router IP yang “mendengarkan” pesan klien DHCP
disiarkan di subnet dan relai mereka ke server DHCP dikonfigurasi. DHCP
server kemudian akan mengirim respon lagi menggunakan agen relay DHCP kembali
ke klien DHCP.
Pada jaringan besar umumnya terdiri dari banyak segmen (umumnya VLAN) dan
ratusan atau bahkan ribuan komputer. Tentu sulit sekali untuk me-manage IP
untuk sekian banyaknya PC itu.
Yang mudah tentu menggunakan DHCP Server, namun bagaimana bila segmen dari
DHCP Server tersebut berbeda dengan letak PC yang ingin mendapat IP itu?
Jawabannya adalah menggunakan DHCP Relay.
Dalam tutorial ini, digunakan topologi seperti dibawah ini :


0 komentar:
Posting Komentar